Priangan Timur, perisaihukum.id
Semangat kebajikan, keharmonisan, dan persaudaraan terus diperkuat melalui rangkaian kegiatan Road Khotbah (Jiang Dao) Js. Ruysya Supit di Priangan Timur yang digelar di tiga kota di Jawa Barat, yakni Banjar, Ciamis, dan Tasikmalaya, pada 11–13 September 2026.
Kegiatan yang menghadirkan Js. Ruysya Supit tersebut menjadi ruang perjumpaan bagi umat Khonghucu di kawasan Priangan Timur untuk memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai luhur ajaran Nabi Khonghucu. Selain itu, kegiatan juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun persaudaraan, serta menumbuhkan semangat mengamalkan kebajikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian Road Khotbah (Jiang Dao) diawali di Kong Miao Bina Harmoni Kebajikan MAKIN Banjar, Jumat, 11 September 2026, pukul 19.00 WIB.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua MAKIN Banjar, Bapak Dq. Kurniawan, beserta istri, Ibu Titin Febriyanti, serta umat MAKIN Banjar. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, sekaligus menjadi kesempatan bagi umat untuk mendapatkan penguatan rohani dan pemahaman mengenai pentingnya kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, rangkaian kegiatan berlanjut di Litang MAKIN Ciamis, Sabtu, 12 September 2026, pukul 19.00 WIB. Selain dihadiri oleh umat, kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua MAKIN Ciamis, Bapak Dq. Andi Senjaya, yang didampingi jajaran pengurus, di antaranya Ibu Henny Mulyandhani, Bapak Adiono, Ibu Jeti Sutrisna, serta rohaniwan Bapak Js. Widi.
Kehadiran jajaran pengurus dan umat dalam kegiatan tersebut mencerminkan antusiasme serta semangat kebersamaan dalam mengikuti rangkaian Road Khotbah (Jiang Dao). Melalui pertemuan tersebut, umat diajak untuk terus mengembangkan nilai kebajikan, menjaga keharmonisan, serta menjadikan ajaran Khonghucu sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Rangkaian Road Khotbah (Jiang Dao) kemudian ditutup di Litang Genta Kebajikan MAKIN Tasikmalaya, Minggu, 13 September 2026, pukul 17.00 WIB.
Kegiatan di Tasikmalaya dipelopori oleh Ibu Hanidah Hari, yang akrab disapa Ibu Neneng, bersama Bapak Hari. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Ketua MAKIN Tasikmalaya, Bapak Lili Mulyadi, rohaniwan, pengurus MAKIN Tasikmalaya, di antaranya Ibu Ginawati, serta umat Khonghucu.
Rangkaian kegiatan selama tiga hari tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan dan kebersamaan umat Khonghucu di wilayah Priangan Timur. Pertemuan di tiga kota tersebut memperlihatkan pentingnya ruang bersama untuk saling menyapa, berbagi pemahaman, serta memperkuat semangat persaudaraan.
Kehadiran Js. Ruysya Supit diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat pemahaman umat terhadap nilai-nilai kebajikan dalam ajaran Nabi Khonghucu. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis maupun spiritual, tetapi dapat diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, menjaga kerukunan, berbuat kebajikan, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat merupakan bentuk nyata dari pengamalan nilai-nilai luhur tersebut.
Dalam kehidupan bermasyarakat yang penuh keberagaman, semangat keharmonisan menjadi nilai yang penting untuk terus dirawat. Kebajikan tidak hanya menjadi landasan dalam hubungan antarsesama umat, tetapi juga dapat menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan sosial yang damai, rukun, dan saling menghargai.
Road Khotbah (Jiang Dao) Js. Ruysya Supit di Priangan Timur sekaligus menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi umat Khonghucu di Banjar, Ciamis, dan Tasikmalaya. Dari rangkaian perjumpaan tersebut diharapkan tumbuh semangat bersama untuk terus mengamalkan ajaran dalam kehidupan nyata.
Pada akhirnya, pesan utama yang mengemuka dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah bahwa kebajikan tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus diwujudkan melalui perbuatan.
“Kebajikan bukan hanya untuk dipahami, tetapi untuk diamalkan dalam kehidupan nyata.”
Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh di tengah umat dan masyarakat, sehingga nilai-nilai kebajikan, keharmonisan, persaudaraan, dan kepedulian dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari serta memberikan manfaat yang nyata bagi lingkungan sekitar.
Report, BH


