BOGOR, perisaihukum.id
Suasana haru menyelimuti acara perpisahan Samsul Djamaludin, S.H., setelah 26 tahun mengabdikan diri di JNE. Momen perpisahan yang digelar Keluarga Besar QAGC di Bogor pada 24 Oktober 2026 itu berlangsung sederhana, tetapi sarat makna. Pesan tulus dari Ibu Acik Maratul Kosiah menjadi salah satu momen yang menyentuh hati para peserta.
Samsul Djamaludin yang menjabat Kepala Direktorat Quality Assurance, Compliance Governance Security, HSE dan Investigasi JNE resmi menyampaikan pamit untuk mengakhiri masa baktinya di perusahaan tersebut.
Keputusan itu disampaikan melalui surat perpisahan yang ditujukan kepada jajaran direksi (BOD), para kepala direktorat, kepala regional, senior manager, kepala departemen, kepala cabang utama, jajaran manajemen, serta seluruh karyawan dan anggota tim.

Dalam suratnya, Samsul mengenang perjalanan panjang selama 26 tahun sebagai bagian dari keluarga besar JNE.
“Waktu berjalan begitu cepat, dan tak terasa sudah 26 tahun lamanya saya menjadi bagian dari keluarga besar JNE. Sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan dedikasi, perjuangan, dan kenangan indah,” tulis Samsul dalam pesan perpisahannya.
Ia mengungkapkan rasa hormat dan kebanggaannya selama mendapat kepercayaan memimpin Direktorat Quality Assurance, Compliance Governance Security, dan HSE. Menurutnya, berbagai pencapaian perusahaan dalam penerapan tata kelola berstandar internasional tidak terlepas dari komitmen dan kerja nyata seluruh tim.
Samsul menegaskan, keberhasilan tersebut bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari integritas, profesionalisme, dan kolaborasi seluruh elemen perusahaan.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan perusahaan atas kepercayaan yang diberikan, rekan sejawat atas kerja sama yang terjalin, serta seluruh anggota tim atas loyalitas dan dedikasi mereka.
Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat perkataan, sikap, maupun tindakan yang kurang berkenan.
“Saya pamit dengan rasa bangga dan optimisme bahwa JNE akan terus maju, semakin sukses, dan selalu menghubungkan kebahagiaan bagi banyak orang,” tulisnya.
Perpisahan Sederhana, Kebersamaan Penuh Makna
Jika surat tersebut menjadi ungkapan resmi perpisahan, suasana kekeluargaan justru terasa kuat dalam acara yang digelar Keluarga Besar QAGC di Bogor.
Acara itu tidak berlangsung di ballroom mewah. Para peserta memilih duduk lesehan di atas tikar, membentuk lingkaran kebersamaan yang mencerminkan kedekatan di antara mereka.
Anggota dari berbagai bagian, mulai dari Investigasi, HSE & Security, QMS, QCE, hingga Compliance, hadir untuk memberikan penghormatan sekaligus mengantarkan perjalanan baru Samsul setelah puluhan tahun mengabdi.
Dalam suasana tersebut, sekat jabatan seolah mencair. Para peserta duduk bersama, berbagi kenangan, menyampaikan kesan, dan mengenang perjalanan kerja yang telah dilalui.
Kesederhanaan acara justru memperlihatkan bahwa ikatan kekeluargaan tidak selalu membutuhkan kemewahan. Ketulusan, kebersamaan, dan penghargaan terhadap sosok yang telah berjasa menjadi inti pertemuan tersebut.
Pesan Ibu Acik Maratul Kosiah Menyentuh Hati
Salah satu momen paling berkesan terjadi saat sesi penyampaian kesan dan pesan. Ibu Acik Maratul Kosiah, yang mewakili Keluarga Besar QAGC, menyampaikan ucapan terima kasih dan doa bagi Samsul.
Dengan penuh ketulusan, ia mengungkapkan harapan agar silaturahmi dan kebersamaan tetap terjaga meskipun Samsul tidak lagi menjalankan tugas di JNE.
“Terima kasih, Pak Samsul. Acara ini dibuat untuk silaturahmi, bisa menjaga kebersamaan. Semoga Pak Samsul lebih sukses ke depannya, selalu disehatkan, tidak enggan memberikan ilmunya. Amin,” ujar Ibu Acik.
Pesan singkat tersebut menjadi ungkapan penghargaan atas hubungan yang terbangun selama bertahun-tahun. Doa dan harapan yang disampaikan menggambarkan besarnya arti kebersamaan bagi keluarga besar QAGC.
Bagi rekan-rekan yang hadir, perpisahan itu bukan sekadar berakhirnya masa kerja seorang pimpinan, melainkan juga momen untuk melepas sosok yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Samsul dikenang sebagai pemimpin yang turut menjalankan peran sebagai pembimbing dan tempat berbagi pengetahuan. Kedekatan yang terjalin selama bekerja meninggalkan kesan tersendiri bagi anggota tim.
“Pak Samsul itu bukan hanya atasan, tapi sudah seperti bapak sendiri,” ungkap salah seorang anggota QAGC.
Silaturahmi Tetap Terjaga, Kenangan Tak Lekang Waktu
Acara perpisahan ditutup dengan doa bersama untuk mengiringi langkah Samsul dalam perjalanan berikutnya. Keluarga Besar QAGC berharap ia senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, serta kesuksesan dalam setiap langkah ke depan.
Bagi mereka, berakhirnya masa pengabdian di satu tempat bukan berarti berakhir pula hubungan persaudaraan yang telah terbangun.
Dua puluh enam tahun menjadi bagian dari JNE meninggalkan perjalanan, pengalaman, dan kenangan yang akan terus melekat. Sementara itu, kebersamaan dalam acara lesehan di Bogor menjadi pengingat bahwa hubungan antarmanusia sering kali menjadi bagian paling berharga dari sebuah perjalanan karier.
Terima kasih atas pengabdian dan kebersamaan selama 26 tahun, Pak Samsul. Selamat melangkah menuju perjalanan baru. Semoga kesuksesan selalu menyertai dan tali silaturahmi Keluarga Besar QAGC tetap terjaga.
Reporter: Zakari (Bang Zeck)





