Jakarta, perisaihukum.id
Jambore Futsal Anak (JFA) Ke-IX Tahun 2026 kembali digelar dengan mengusung tema “Lingkungan Aman, Anak Berketahanan.” Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak, khususnya dari kelompok prasejahtera di Jakarta dan sekitarnya, untuk berolahraga sekaligus membangun persahabatan, kepercayaan diri, dan keterampilan sosial.
JFA bukan sekadar ajang kompetisi futsal. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang yang aman dan menyenangkan bagi anak untuk bermain, belajar, berekspresi, bekerja sama, mengelola emosi, serta menyuarakan hak-hak mereka.

Rangkaian JFA Ke-IX dimulai pada 3 Oktober 2026 melalui babak kualifikasi untuk kategori KU-11, KU-14 Putra, KU-17 Putra, dan KU-17 Putri. Selanjutnya, pada 17 Oktober 2026, kompetisi memasuki babak grup untuk kategori KU-14 Putra dan KU-17 Putra.
Ketua Panitia JFA Ke-IX, Jason, mengatakan penyelenggaraan tahun ini tetap mempertahankan konsep utama yang telah dibangun sejak pelaksanaan sebelumnya.
“Tahun ini peserta berasal dari 15 komunitas mitra Program BOLA, dengan jumlah sekitar 400 peserta yang tergabung dalam 40 tim,” ujar Jason.

Selain kompetisi olahraga, rangkaian kegiatan juga menghadirkan Konferensi Anak yang akan digelar pada 31 Oktober 2026 di Gedung Aula Serbaguna FKIP, Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang, Jakarta Timur.
Konferensi tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk berbagi pengalaman, belajar, sekaligus menyampaikan pandangan mereka terkait berbagai persoalan yang menyangkut kehidupan dan hak anak.
Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama oleh Program BOLA dan Program Studi Bimbingan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UKI.
Rangkaian JFA Ke-IX kemudian ditutup pada 14 November 2026 melalui babak semifinal dan final seluruh kategori usia. Seluruh pertandingan berlangsung di Ramuna Futsal & Badminton, Jatiasih, Bekasi.
Manajer Program Penyelamatan Anak dan Penguatan Komunitas Yayasan KDM, Jessica Hutting, mengatakan Program BOLA berupaya menghadirkan kegiatan positif bagi anak melalui olahraga.
“Melalui Program BOLA, kami ingin memberikan alternatif kegiatan positif melalui olahraga futsal, sekaligus menciptakan ruang yang aman dan menyenangkan bagi anak untuk bermain dan berkembang,” ujar Jessica.
JFA juga memiliki catatan penting dalam perjalanan pembinaan anak melalui olahraga. Program ini menjadi salah satu cikal bakal terbentuknya tim Garuda Baru U-17 Putra, yang berhasil meraih juara dunia kategori Boys Shield dalam ajang Street Child World Cup 2026 di Mexico City, Meksiko, pada Mei 2026.
Untuk menjaga suasana kegiatan tetap aktif sekaligus mengurangi penggunaan gawai selama pelaksanaan JFA, Program BOLA kembali menggandeng Traditional Games Return dan Mandala sebagai kolaborator. Keduanya akan mengisi berbagai permainan pada jeda pertandingan.
JFA Ke-IX terselenggara atas dukungan sejumlah pihak, antara lain Werkgroep 72, Decathlon Foundation dan J&T, Garudafood, VIT dan Mizone, serta Yayasan Wings Peduli.
Melalui JFA Ke-IX, Program BOLA mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung anak agar dapat tumbuh dengan percaya diri, berdaya, mampu mengembangkan potensi, serta memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Tentang Program BOLA
Program BOLA merupakan hasil kolaborasi Yayasan KDM dan Yayasan Sahabat Anak, dua lembaga yang memiliki fokus pada promosi dan pemenuhan hak-hak anak prasejahtera.
Program BOLA menggunakan olahraga, khususnya futsal dan sepak bola, sebagai sarana intervensi sosial.
Program ini memiliki sejumlah tujuan, antara lain membangun kedisiplinan diri, sikap mental dan citra diri positif; membekali peserta dengan keterampilan psikososial agar terhindar dari perilaku berisiko; meningkatkan kesempatan berprestasi bagi anak dengan keterbatasan akses; mempromosikan hak dan perlindungan anak; serta membangun kemitraan dan meningkatkan kapasitas lembaga maupun komunitas dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Report, Jp





