Diduga Tak Berizin, Pemilik Galian Tanah di Kota Serang Terancam Dibui 10 Tahun Penjara

Lokasi galian tanah di Jl. Raya Serang - Pandeglang, Kemanisan, Curug, Kota Serang diduga tidak mengantongi izin. (Foto: red)

Serang – Galian tanah yang berada di Jl. Raya Serang – Pandeglang, Curug, Kota Serang Banten diduga tidak mengantongin izin.

Tidak adanya plang perusahaan /usaha dan banyaknya koordinasi ke berbagai pihak untuk memuluskan jalannya galian tanah tersebut menjadi tanda jika galian tanah tersebut diduga tak berizin.

Terlihat di lokasi, mobil pengangkut tanah hilir mudik membawa tanah hasil galian ke arah Jakarta.

Jika benar tak mengantongi izin, pihak pemilik/perusahaan bisa terjerat Pasal 158 Undang-Undang Nomer 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba, dengan ancaman hukuman mencapai 10 tahun penjara.

Seperti seseorang berinisial YS (29) tersangka yang ditangkap Ditreskrimsus Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) karena menjual tanah Uruk ilegal tanpa mengantongi izin.

Salah seorang pekerja di galian tersebut mengatakan jika pihak wartawan/LSM bertanya seputar galian tersebut, dikoordinasikan ke seseorang yang diketahui pengurus sebuah LSM.

“Bapak koordinasi saja dengan dia (kordinator-red),” ujar salah seorang pekerja.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kelurahan maupun Kecamatan Curug belum memberikan jawaban terkait perizinan galian tanah tersebut.(tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *